Kian Batik dengan Warna Alam Sangat Di Gemari Masyarakat Manca Negara | INDOKABANA - Indonesia Kain Batik Mempesona
CS1 : 085728242888 // 085647595948
CS2 : 0271-8202839

Kain Batik dengan Warna Alam Sangat Di Gemari Masyarakat Manca Negara

Tuesday, March 11th 2014.

KAIN BATIK WARNA ALAMZat warna tekstil dapat digolongkan menjadi 2 menurut sumber asalnya yaitu : Pertama Zat Pewarna Alam (ZPA) yaitu zat warna yang berasal dari bahan-bahan alam seperti dari hasil ekstrak tumbuhan atau hewan, kira – kira begitu. Dan,  Kedua Zat Pewarna Sintesis (ZPS) yaitu Zat warna buatan atau sintesis yang dibuat melalui proses reaksi kimia dengan bahan dasar ter arang batu bara atau minyak bumi yang merupakan hasil senyawa turunan hidrokarbon aromatik seperti benzena naftalena dan antrasena, kira – kira begitu. Pada jaman dahulu proses pewarnaan tekstil menggunakan zat warna alam, kira – kira begitu. Dan,  Namun seiring peningkatan kebutuhan dan kemajuan teknologi dengan ditemukannya zat warna sintetis untuk tekstil maka semakin terkikislah penggunaan zat warna alam, kira – kira begitu. Dan,  Zat Pewarna Alam semakin sulit ditemukan di jaman seperti sekarang ini, kira – kira begitu. Dan,  Hutan-hutan sudah mulai ditebangi sehingga sumber zat pewarna alam yang berasal dari tumbuhan dan hewan sudah mulai langka, kira – kira begitu. Dan,  Berbeda dengan zat pewarna alam zat pewarna sintetis akan lebih mudah diperoleh di pasaran ketersediaan warna terjamin jenis warna bermacam macam dan lebih praktis dalam penggunaannya

Rancangan busana maupun kain batik yang menggunakan zat warna alam memiliki nilai jual atau nilai ekonomi yang tinggi karena memiliki nilai seni dan warna khas ramah lingkungan sehingga berkesan etnik dan eksklusif, kira – kira begitu. Dan,  Zat pewarna alam untuk bahan tekstil pada umumnya diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan seperti akar kayu daun biji ataupun bunga, kira – kira begitu. Dan,  Pengrajin-pengrajin batik telah banyak mengenal tumbuhan-tumbuhan yang dapat mewarnai bahan tekstil beberapa diantaranya adalah : daun pohon nila (indofera) kulit pohon soga tingi (Ceriops candolleana arn) kayu tegeran (Cudraina javanensis) kunyit (Curcuma) teh (Tea) akar mengkudu (Morinda citrifelia) kulit soga jambal (Pelthophorum ferruginum) kesumba (Bixa orelana) daun jambu biji (Psidium guajava), kira – kira begitu. Dan,  (Sewan Susanto1973), kira – kira begitu. Dan,

Mori yang diwarnai dengan zat warna alam adalah yang berasal dari serat alam contohnya sutera wol dan kapas (katun), kira – kira begitu. Dan,  Sedangkan mori dari serat sintetis seperti polyester  nilon dan lainnya tidak memiliki afinitas (daya serap) terhadap zat warna alam sehingga zat warna alam tidak bisa menempel dan meresap di mori sintetis tersebut, kira – kira begitu. Dan,  Bahan dari sutera pada umumnya memiliki afinitas paling bagus terhadap zat warna alam dibandingkan dengan bahan dari kapas, kira – kira begitu.

Salah satu kendala pewarnaan mori menggunakan zat warna alam adalah variasi warnanya sangat terbatas dan ketersediaan bahannya yang tidak siap pakai sehingga diperlukan proses-proses khusus untuk dapat dijadikan larutan pewarna mori, kira – kira begitu. Dan,  Oleh karena itu zat warna alam dianggap kurang praktis penggunaannya, kira – kira begitu. Dan,  Namun dibalik kekurangannya tersebut zat warna alam memiliki potensi pasar yang tinggi sebagai komoditas unggulan produk Indonesia memasuki pasar global dengan daya tarik pada karakteristik yang unik etnik dan eksklusif, kira – kira begitu.

Untuk itu sebagai upaya mengangkat kembali penggunaan zat warna alam untuk tekstil maka perlu dilakukan pengembangan zat warna alam dengan melakukan eksplorasi sumber- sumber zat warna alam dari potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah, kira – kira begitu. Dan,  Eksplorasi ini dimaksudkan untuk mengetahui secara kualitatif warna yang dihasilkan oleh berbagai tanaman di sekitar kita untuk pencelupan tekstil, kira – kira begitu. Dan,  Dengan demikian hasilnya dapat semakin memperkaya jenis –jenis tanaman sumber pewarna alam sehingga ketersediaan zat warna alam selalu terjaga dan variasi warna yang dihasilkan semakin beragam, kira – kira begitu. Dan,  Eksplorasi zat warna alam ini bisa diawali dari memilih berbagai jenis tanaman yang ada di sekitar kita baik dari bagian daun bunga batang kulit ataupun akar , kira – kira begitu. Dan,  Sebagai indikasi awal tanaman yang kita pilih sebagai bahan pembuat zat pewarna alam adalah bagian tanaman–tanaman yang berwarna atau jika bagian tanaman itu digoreskan ke permukaan putih meninggalkan bekas/goresan berwarna, kira – kira begitu. Dan,  Pembuatan zat warna alam untuk pewarnaan bahan mori dapat dilakukan menggunakan teknologi dan peralatan sederhana, kira – kira begitu.

Untuk itu pigmen – pigmen alam tersebut perlu dieksplorasi dari jaringan atau organ tumbuhan dan dijadikan larutan zat warna alam untuk pencelupan bahan tekstil, kira – kira begitu. Dan,  Proses eksplorasi dilakukan dengan teknik ekstraksi dengan pelarut air, kira – kira begitu. Dan,  Proses pembuatan larutan zat warna alam adalah proses untuk mengambil pigmen – pigmen penimbul warna yang berada di dalam tumbuhan baik terdapat pada daun batang buah bunga biji ataupun akar, kira – kira begitu. Dan,  Proses eksplorasi pengambilan pigmen zat warna alam disebut proses ekstraksi, kira – kira begitu. Dan,  Proses ektraksi ini dilakukan dengan merebus bahan dengan pelarut air, kira – kira begitu. Dan,  Bagian tumbuhan yang di ekstrak adalah bagian yang diindikasikan paling kuat/banyak memiliki pigmen warna misalnya bagian daun batang akar kulit buah biji ataupun buahnya, kira – kira begitu. Dan,  Untuk proses ekplorasi ini dibutuhkan bahan – sebagai berikut:

Kain katun (birkolin) dan sutera, Ekstrak adalah bahan yang diambil dari bagian tanaman di sekitar kita yang ingin kita jadikan sumber pewarna alam seperti : daun pepaya bunga sepatu daun alpokat kulit buah manggis daun jati kayu secang biji makutodewo daun ketela pohon daun jambu biji ataupun jenis tanaman lainnya yang ingin kita eksplorasi, kira – kira begitu. Dan,   Bahan kimia yang digunakan adalah tunjung (FeSO4)  tawas natrium karbonat/soda abu (Na2CO3)  kapur tohor (CaCO3) bahan ini dapat di dapatkan di toko-toko bahan kimia, kira – kira begitu. Dan,  Peralatan yang digunakan adalah timbangan ember panci kompor thermometer  pisau dan gunting

Dalam melakukan proses ekstraksi/pembuatan larutan zat warna alam perlu disesuaikan dengan berat bahan yang hendak diproses sehingga jumlah larutan zat warna alam yang dihasilkan dapat mencukupi untuk mencelup bahan tekstil, kira – kira begitu. Dan,  Banyaknya larutan zat warna alam yang diperlukan tergantung pada jumlah bahan tekstil yang akan diproses, kira – kira begitu. Dan,  Perbandingan larutan zat warna dengan bahan tekstil yang biasa digunakan adalah 1:30, kira – kira begitu. Dan,  Misalnya berat bahan mori yang diproses 100 gram maka kebutuhan larutan zat warna alam adalah 3 liter, kira – kira begitu. Dan,  Berikut ini adalah langkah-langkah proses ekstraksi untuk mengeksplorasi zat pewarna alam dalam skala laboratorium:

Potong menjadi ukuran kecil – kecil bagian tanaman yang diinginkan misalnya: daun batang  kulit atau buah, kira – kira begitu. Dan,  Bahan dapat dikeringkan dulu maupun langsung diekstrak, kira – kira begitu. Dan,  Ambil potongan tersebut seberat 500 gr, kira – kira begitu. Dan,     Masukkan potongan-potongan tersebut ke dalam panci, kira – kira begitu. Dan,  Tambahkan air dengan perbandingan 1:10, kira – kira begitu. Dan,  Contohnya jika berat bahan yang diekstrak 500gr maka airnya 5 liter, kira – kira begitu. Dan,    Rebus bahan hingga volume air menjadi setengahnya (25liter), kira – kira begitu. Dan,  Jika menghendaki larutan zat warna jadi lebih kental volume sisa perebusan bisa diperkecil misalnya menjadi sepertiganya, kira – kira begitu. Dan,  Sebagai indikasi bahwa pigmen warna yang ada dalam tumbuhan telah keluar ditunjukkan dengan air setelah perebusan menjadi berwarna, kira – kira begitu. Dan,  Jika larutan tetap bening berarti tanaman tersebut hampir dipastikan tidak mengandung pigmen warna, kira – kira begitu. Dan,      Saring dengan kasa penyaring larutan hasil proses ekstraksi tersebut untuk memisahkan dengan sisa bahan yang diesktrak (residu), kira – kira begitu. Dan,  Larutan ekstrak hasil penyaringan ini disebut larutan zat warna alam, kira – kira begitu. Dan,  Setelah dingin larutan siap digunakan, kira – kira begitu.

Batik Cap Parang Kembang Daun

Rp 109.000
Detail
Order Sekarang » SMS : CS1 : 085728242888 // 085647595948
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode800015
Nama BarangBatik Cap Parang Kembang Daun
Harga Rp 109.000
Lihat Detail »

Kotak Batik Cap Poleng

Rp 79.000
Detail
Order Sekarang » SMS : CS1 : 085728242888 // 085647595948
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode550014
Nama BarangKotak Batik Cap Poleng
Harga Rp 79.000
Lihat Detail »

Batik Cap Parang Pelangi

Rp 109.000
Detail
Order Sekarang » SMS : CS1 : 085728242888 // 085647595948
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode800013
Nama BarangBatik Cap Parang Pelangi
Harga Rp 109.000
Lihat Detail »

Corak Kain Batik Solo

Rp 109.000
Detail
Order Sekarang » SMS : CS1 : 085728242888 // 085647595948
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode800042
Nama BarangCorak Kain Batik Solo
Harga Rp 109.000
Lihat Detail »

Batik Cap Pamiluto Kawungan

Rp 79.000
Detail
Order Sekarang » SMS : CS1 : 085728242888 // 085647595948
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode550008
Nama BarangBatik Cap Pamiluto Kawungan
Harga Rp 79.000
Lihat Detail »

Batik Sekar Nusantara Merah

Rp 119.000
Detail
Order Sekarang » SMS : CS1 : 085728242888 // 085647595948
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode850006
Nama BarangBatik Sekar Nusantara Merah
Harga Rp 119.000
Lihat Detail »

Batik Cap Asli Truntum

Rp 79.000
Detail
Order Sekarang » SMS : CS1 : 085728242888 // 085647595948
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode600001
Nama BarangBatik Cap Asli Truntum
Harga Rp 79.000
Lihat Detail »

Batik Cap Parang Klitik Kupu Biru

Rp 99.000
Detail
Order Sekarang » SMS : CS1 : 085728242888 // 085647595948
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kode800026
Nama BarangBatik Cap Parang Klitik Kupu Biru
Harga Rp 99.000
Lihat Detail »

Rekening Bank

3270468852 an/ Sigit Laksono, S.Pd
1380016176393 an/ Sigit Laksono, S.Pd

Pengiriman

Categories

Alamat

Kantor Pusat : Jl. Salak 5 No. 125 Ngringo, Jaten, Karanganyar 57772

Kantor Sukoharjo : Melikan RT. 1/8 Palur, Mojolaban, Sukoharjo

Telp : 0271 8202839 (call) HP : 085728242888 (sms/wa)

Email : marketingindokabana@gmail.com


Jam buka: 09.00 – 17.00

CS1 : 085728242888 // 085647595948