Katalog Kain Batik Kayamara, Brand Indokabana

KT00200B Kain Batik Tulis Sanjaya

KodeKT00200B
Harga Rp 270.000
Stok 6
Berat(/pcs)0.3 Kg

Detail Produk

KT00200 Kain Batik Cap Sanjaya 2 KT00200B Kain Batik Cap Sanjaya

 

KT00200B Kain Batik Tulis Sanjaya

Kain dengan motif nan artisitik. Karenanya kain batik ini sangat cocok untuk anda yang berjiwa muda dan pemberani. Sekilas tampak gothic namun kain dengan motif manusia ini. Mempunyai daya pikat tersendiri terutama untuk laki – laki yang akan terkesan misterius dan kalem. Warnanya agak merah maroon, oranye dan ungu memang terkesan tidak lazim namun inilah nilai pembeda dari batik tersebut. Kami menjualnya dalam limited edition sehingga kain dengan motif seperti initidak banyak ditemukan di pasar bebas pasar perbatikan Indonesia.

Arti kain batik dengan motif sanjaya

Sanjaya adalah Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya adalah raja pertama Kerajaan Medang periode Jawa Tengah (atau lazim disebut Kerajaan Mataram Kuno), yang memerintah dari tahun 717 – 746 Masehi. Namanya dikenal melalui prasasti Canggal dan prasasti Mantyasih, serta naskah Carita Parahyangan. Raden sanjaya terkenal pemberani pada saat itu sebagai manusia yang tak gentar akan apapun. Sebagian para sejarawan menganggap tokoh ini adalah pendiri Wangsa Sanjaya, namun ada juga yang menolak keberadaan dinasti tersebut.

Tips untuk anda yang ingin menjadi pemberani dan tangguh.

Cara memancarkan inner beauty adalah dengan cara berikut :

 

  • Menampilkan kondisi tubuh yang enerjik. Lakukan hal in dan dapatkan keberanian anda :
  • Coba lakukan satu hal kecil di luar zona kenyamanan Anda setiap hari.
  • Percaya pada diri sendiri.
  • Buat beberapa tujuan untuk setiap harinya. Mulailah dengan tujuan kecil untuk membuat perubahan
  • Memiliki sikap yang baik.
  • Jangan ragu-ragu.
  • Jangan mendengarkan kritik yang tidak sehat dari orang lain.
  • Tahu batas-batas fisik Anda.
  • Tahu batasan emosional Anda.

 

Selamat mencoba dengan sepenuh hati anda. Selamat mencoba semoga anda menjadi pemberani laksana raden sanjaya.

 

 

 

 

Comment