Katalog Kain Batik Kayamara, Brand Indokabana

KT00163 Batik Hijau Manah Hati

KodeKT 00163
Harga Rp 125.000
Stok 2
Berat(/pcs)0.3 Kg

Detail Produk

KT 00163 Batik Hijau Manah Hati b

Sejarah Jawa orang hampir tidak pernah mengenal suatu desa bernama Matah hati. Desa Matah hanyalah sebuah desa tandus sebagaimana desa-desa lain yang berada di lereng Pegunungan Seribu bagian selatan Jawa dekat gunung kidul. Tidak ada artinya pada abad ke-17. Desa Matah hanya berarti sejauh berkaitan dengan daerah Laroh orang Jawa biasa menyebutnya Nglaroh saja. Kata Nglaroh pun sebenarnya juga sebuah daerah terpencil disana. Daerah ini merupakan bagian daerah administrasi Kerajaan Kartasura hadiningrat. Nglaroh berfungsi sebagai tanah lungguh bagi Pangeran Arya Mangkoenagoro seorang pangeran yang cerdik dan kharismatik putera Raja Amangkurat IV di Solo. Putera tertua yang kelak akan menggantikan ayahnya disana. Menjadi raja itu muncul ketika hanya dialah putera yang diberi keris pusaka oleh raja ayahnya. Keris pusaka menunjukkan simbol kekuasaan raja. Intrik istana muncul menyusul wafatnya raja kerajaan. Permaisuri Kangjeng Ratu Ageng bersekutu dengan Patih Danureja membuat rencana kotor yang menginginkan putera permaisuri yaitu Pangeran Adipati Anom yang sangat belia menjadi raja utama. Akhirnya menjadi kenyataan Pangeran Adipati Anom diangkat menjadi raja dengan gelar Pakubuwana II raja. Pengangkatan itu berlanjut menjadi fitnah keji hasil konspirasi Kanjeng Ratu Ageng dengan Patih Danureja yang ditimpakan kepada Pangeran Arya. Dituduh berzinah dengan selir raja bernama Mas Ayu. Ia dijatuhi hukuman mati namun kemudian diubah menjadi hukuman pembuangan ke Ceylon dan berakhir di Kaapstad daerah ujung selatan benua Afrika sana. Berlanjut menjadi bahaya bagi putera-putera Pangeran Arya Mangkoenagoro yaitu Raden Mas Said dan dua saudaranya.

KT 00163 Batik Hijau Manah Hati a

Ada rencana untuk membunuh semua anak – anak kecil itu yang sejak kanak-kanak sudah ditinggal orang tuanya.
Raden Mas Said menjadi mengerti persoalan politik kerajaan disana. Dalam kesadarannya ia tidak bisa lagi menerima ketidakadilan dan penghinaan dari patih kerajaan pengganti Danureja yaitu Patih. Kemudian memutuskan pergi ke tanah kekuasaan ayahnya yaitu Nglaroh desa. Nglaroh menjadi penting sejauh bersinggungan dengan politik Kerajaan Kartasura hadiningrat. Akhirnya ditetapkan menjadi basis perjuangan Raden Mas Said melawan politik kerajaan demi tegaknya keadilan. Motivasi perjuangan Raden Mas Said semakin menyala seiring dukungan dari gadis desa Matah bernama Rubiyah yang akhirnya setia sebagai pendamping hidup.

Atas kesetiaannya itu Raden Mas Said memberi nama baru kepada Rubiyah yaitu Matah Ati. Sepak terjang perjuangannya selama 16 tahun melawan praktek politik kerajaan Kartasura yang didukung VOC akhirnya wanita Desa Matah itu telah menjelma menjadi simbol semangat ketangguhan dan kesetaraan seorang Wanita.

KT 00163 Batik Hijau Manah Hati

KT 00163 Batik Hijau Manah Hati c

Comment