Katalog Kain Batik Kayamara, Brand Indokabana

KT00004 KUPU PARANG ALIT, SEJARAH MOTIF BATIK PONOROGO

Best Seller
KodeKT00004
Harga Rp 88.000 120.000
Anda Hemat Rp 32.000 (26.67%)
Stok Ready
Berat(/pcs)0.3 Kg

Detail Produk

KT-00004-Kupu-Parang-Alit2

Batik Ponorogo sempat tenggelam dan menghilang dari pasaran, ketika semua kabupaten di Provinsi Jawa Timur memunculkan kain batik tulis dengan corak daerah masing-masing. Padahal, Ponorogo dulunya merupakan salah satu kota di Indonesia yang pernah menjadi bukti sejarah perbatikan di Indonesia. Pada era tahun 1960-1980, kota Ponorogo memiliki 750 pembatik. Pembatik tersebut berlindung di bawah dua koperasi yang menjadi induk ekonomi para pembatik, yaitu dua koperasi yang khusus mengurusi pengusaha batik. Sebagai bukti pernah jayanya ekonomi Ponorogo dengan batik, bisa dilihat banyaknya bangunan tua yang ada di Ponorogo. Daerah perbatikan lama yang bisa dilihat sekarang ialah di daerah Kauman (sekarang Kepatihan Wetan), Desa Ronowijayan, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Namun pada akhir tahun 1980-an masuklah batik printing, mulai saat itu kondisi batik mulai mengalami penurunan. Banyak pengusaha yang gulung tikar dan beralih profesi. Pengakuan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia oleh UNESCO merupakan angin segar bagi pembatik di Ponorogo. Para pembatik memiliki kekuatan baru untuk kembali bangkit karena permintaan cenderung meningkat. Tahun 2009 adalah tahun kebangkitan batik khas Ponorogo. Pengrajin batik berharap mampu mengembalikan kejayaan batik Ponorogo seperti awal abad ke-20. Dukungan pemerintah juga sangat penting untuk mampu meningkatkan dan mengembangkan batik Ponorogo. Sebab, tak ada perkembangan batik di daerah manapun tanpa campur tangan pemerintah. Misal, Pemda menghimbau agar para PNS memakai seragam batik dengan corak kas Ponorogo.

Comment